
Bersama Narasumber Seminar Kesehatan
Oleh: Endang Supriyati, santri IRo Pekalongan
Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke 108 bertepatan tanggal 19 Mei 2025, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Pekalongan mengadakan serangkaian acara bersama Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting ‘Aisiyah se- Kota Pekalongan.
Rangkain acara peringatan Milad ‘Aisyiyah yang ke 108 diawali Pengajian dengan Narasumber dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Sheila Ardiana bertempat di Masjid Al Hikmah Podosugih, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Pekalongan Barat pada hari Jumat, (9/5). Kegiatan dilanjutkan penilaian Lomba Kampung Unggulan ‘Aisyiyah dari masing-masing Ranting ‘Aisyiyah se- Kota Pekalongan. Rangkaian kegiatan lomba berikutnya adalah Lomba Senam ‘Aisyiyah Bahagia pada hari Sabtu, (17/5), di waktu yang sama diselenggarakan lomba Kultum tingkat Ranting ‘Aisyiyah se-Kota Pekalongan.

Juara Lomba Profil Kampung Unggulan ‘Aisyiyah
Puncak acara Milad ‘Aisyiyah diselenggarakan kegiatan Seminar Kesehatan dengan tema “Premenaupause: Siapa takut ?” Seminar Kesehatan bertajuk “Manajemen Psikologi dan Strategi Kebugaran Fisik Menghadapi Masa Menopause” diikuti kurang lebih 150 peserta, terdiri dari unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pekalongan, Pimpinan Cabang serta Pimpinan Ranting sekota Pekalongan, serta perwakilan Amal Usaha ‘Aisyiyah se- Kota Pekalongan. Kegiatan seminar Kesehatan bertempat di Kampus 1 UMPP lantai 2 yang beralamat di Jl KHM Mansyur Bendan Pekalongan Barat, pada hari Kamis 29 Mei 2025.
Sebelum seminar kesehatan dimulai, panitia Milad juga menyisipkan pengumuman pemenang lomba dari 3 lomba sekaligus menyampaikan sertifikat dan uang pembinaan . Lomba Kultum, Lomba Senam ‘Aisyiyah, dan Lomba Profil Kampung Unggulan ‘Aisyiyah. Juara Pertama Lomba Kultum diraih oleh PRA Krapyak, Juara Kedua dari PRA Kramat sari, dan Juara Ketiga oleh PRA Limas. Adapun dalam Lomba Senam ‘Aisyiyah, Juara Satu diraih oleh PRA Kraton, Juara Kedua oleh PRA Tirto dan Juara Ketiga oleh PRA Bendan. Sedangkan untuk Lomba Profil Kampung Unggulan ‘Aisyiyah, Juara Pertama diraih oleh PRA Bigri, Juara Kedua oleh PRA Kradenan dan Juara Ketiga oleh PRA Kramat sari.
Narasumber Seminar Kesehatan adalah pasangan dosen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sekaligus beliau berdua adalah aktivis organisasi baik di Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah di Kabupaten Pekalongan. Materi Strategi Kebugaran Fisik Menghadapi masa Menopause disampaikan oleh Nur Intan Kusuma, dan materi Manajemen Psikologi menghadapi pra menopause di sampaikan oleh Eka Budiarto. Disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna oleh audience.
Intan menyampaikan, “Masa pra menopause biasanya sudah dirasakan 5 – 10 tahun menjelang menopause dengan gejala panas, keringat malam, ganguan tidur, menstruasi tidak teratur, vagina kering, nyeri saat berhubungan, berat badan bertambah, perubahan suasana hati atau biasa dikenal dengan mood swing serta kecemasan, sulit konsentrasi, mudah tersinggung, juga penurunan libido.” Menurutnya, gejala tersebut merupakan gejala normal meskipun tidak semua wanita merasakan gejala yang sama. “Pra menopause dengan menjaga kebugaran diantaranya olah raga 30 menit dalam satu minggu dilakukan 3 kali, Latihan kebugaran juga diet sehat dengan mengurangi konsumsi gula, garam dan mulai memperbanyak konsumsi buah,” lanjutnya.
Pemateri kedua dalam seminar kesehatan disampaikan oleh Eka yang merupakan Doktor termuda di UMPP menyampaikan bahwa dalam setiap tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat. “Untuk mencapai jiwa yang sehat maka kenali dulu apa penyebab kondisi jiwa yang tidak baik – baik saja. Secara tidak langsung kondisi jiwa yang mudah tersinggung, kecemasan, depresi akan mempengaruhi hormonal dalam tubuh kita. Sebelum memasuki masa menopause kita harus siap terlebih dahulu dalam menghadapi masa- masa menopause,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berpesan, “Latih diri dengan membiasakan diri dan menahan diri terhadap kesulitan yang dihadapi atau kita kenal dengan penyesuaian diri.
Sesuaikan diri sendiri terlebih dahulu, terima kenyataan bahwa masa itu akan datang sehingga siap atau tidak siap kita harus siap menghadapi dengan penyesuaian diri. Jika dulu sebelum pensiun biasa menerima uang untuk belanja sebesar 25 ribu dan bisa mendapatkan protein dari telur atau ayam, lalu setelah pensiun uang belanja yang diterima adalah sebesar 10 ribu, maka tetap bisa mengonsumsi protein dari tahu dan tempe.”
Pekalongan, 22 Juni 2025