Oleh: Endang Supriyati, IRo Society Pekalongan

Hari Selasa 27 Mei 2025, merupakan hari yang ditunggu-tunggu iibu-ibu anggota ‘Aisyiyah Senior Care (ASC) kota Pekalongan. Karena dihari itu ibu–ibu anggota ASC akan melakukan perjalanan Rihlah kekota Magelang. Setelah beberapa bulan lalu, sekitar bulan Februari ada sebagian ibu yang sudah melakukan penjajagan kelokasi tujuan. Tujuan kami ke Balkondes Majaksingi didesa Majaksingi Kecamatan Borobudur. Balkondes merupakan program yang diinisiasi oleh Kementrian BUMN, program ini menyasar desa–desa yang memiliki beragam potensi untuk meningkatkan perekonomian desa tersebut.. di kecamatan Borobudur ada beberapa Balkondes, satu diantaranya adalah Balkondes Majaksingi, yang berlokasi didesa Majaksingi. Balkondes sendiri merupakan singkatan dari Balai Ekonomi Desa. Balkondes Majaksingi berjarak 2,5km dari Candi Borobudur , berlokasi dibelakang Camera House, atau Rumah Kamera yang kondisi tidak seramai sebelum pandemi Covid.

Tetapi ternyata tidak semua anggota ASC dapat mengikuti Rihlah ke Borobudur dengan berbagai macam kendala dan kesibukan ibu-ibu. Agenda acara cukup padat, karena kami melakukan perjalanan satu hari, berangkat pagi pulang malam harinya. Berangkat dari kota Pekalongan pukul 06.15, menuju ke Kota Sejuta Bunga, julukan kota Magelang, walaupun tujuan kami kedesa Borobudur masyarakat lebih familiar menyebutnya kekota Magelang. Padahal Borobudur berada di Kabupaten Magelang. Prediksi sampai ketujuan, pukul 09.00, tetapi meleset hampi satu jam lebih. sehingga Tour VW rencama semula pukul 09.30 — 11.30, baru dapat dimulai pukul 11.00, Dengan segala drama-drama kecil, kami para anggota ASC. Karena satu acara terlambat, maka selanjutnya semuanya terlambat. Agenda shari program bersam PDA Kab Magelang, juga tertunda baru dapat dimulai pukul 14.00 an. Sementara dari PDA Kab. Magelang hadir ontime pukul 13.00. Malu jadinya.

Agenda Tour VW menjadi agenda utama ibu–ibu, walau sebagian ibu ada yang berpikir atau mbatin, perjalanan ini sepertinya biasa saja tidak ada yang istimewa. Rombongan satu bus, menuju ke suatu tempat kunjungan wisata, kemudian naik VW, ah biasa seperti Volcanotour. Sahabat hebat, disini yang akan kita temui luar biasa, banyak wawasan, pembelajaran serta ilmu, dalam menikmati dan mensyukuri hidup ini. Dalam VW Tour, kami rombongan ibu-ibu ASC diajak mengunjungi UMKM yang ada disekitar Borobudur, dengan paket short time selama dua jam berVW ria, kami mengunjungi tiga UMKM dan satu spot foto di Ngargogondo, Lembah Menoreh dengan view yang indah. Kunjungan UMKM yang pertama ke Kandang Purnama Jaya, pemerahan susu kambing Etawa. Pemandu menyampaikan terkait usaha susu kambing Etawa, kemudian dijelaskan bahwa Kambing Etawa pejantan tidak dapat direha susunya, tetapi sebagai Kambing yang diperlombakan. Dalam lomba Kambing jantan dianggep ganteng dengan kriteria yang unik. Kepalanya nonong, bibir kambing dower, hidung kambing pesek. telinga panjang melipat . Itulah kriteria juara kambing ganteng. Di Kandang Purnama Jaya juga tersedia outlet, hasil susu kambing etawa. Ada susu bubuk,berbagai rasa, original,, susu jahe juga yang lainnya. Kemudian jika pengunjung ingin memerah sendiri langsung minum, per gelas dihargai dua puluh ribu rupiah. Diperahkan dengan harga yang sama. Jika mau pesan susu hangat juga tersedia.

Produk UMKM

Kunjungan UMKM yang kedua ke Mochi Eka Eco Borobudur, disini kami semua dapat melihat secara langsung proses pembuatan Mochi serta saudara kembarnya Yangko. Jika selama ini kita mengenal Mochi adalah kudapan dari Jawa Barat, sedang Yangko terkenal dari daerah Yogyakarta. Ternyata di Bsalah satu desa di Borobudur Mochi diproduksi dengan rasa yang sama, bentuk pisiknya lebih besar dibanding mochi pada umumnya. Juga tersedia berbagai rasa, coklat, pandan, rasa kacang juga keju. Yangko bahan dasarnya sama dengan Mochi dari tepun ketan, hanya bentuk pisiknya berbeda. Yangko tersedia berbagai varian rasa coklat, kacang, pandan, keju, strowberi. Untuk Yangko ada terster yang dapat dicicipi pengunjung atau wisatawan. Disini juga tersedia outlet oleh-oleh, berbagai macam jajanan khas Magelangan. Ada gethuk Trio,, slondok yang super lebar kemriuk renyah tetapi membawanya agak repot karena gampangremuk.

Kunjungan UMKM ketiga ke Rumah Jamur Borobudur, disini yang kami temui adalah rumah lembab yang menumbuhkan jamur tiram. Jamur kuping yang masih dijemur, juga jamur Lingzhi yang bermanfaat untuk obat. Dirumah Jamur Borobudur juga terdapat dapur produksi olahan jamur. Keripik Jamur Tiram, juga keripik Jamur Kuping. Yang tidak ketinggalan disetiap lokasi olahan makanan disediakan air minum, juga tester untuk pengunjung. Sehingga setelah mencicipi merasa cocok maka pengunjung akan membeli sebagai oleh-oleh untuk yang dirumah. Harga olahan produk UMKM berani bersaing dengan jajanan yang sudah terpajang ditoko oleh–oleh dan yang jelas masih fresh serta produk yang baru keluar dari dapur produksi. Lingzhi Mushroom adalah oleh-oleh dari Borobudur dengan berbagai macam manfaatnya, sebagai obat. Dalam kemasan Lingzhi Mushroom dijelaskan berbagai khasiatnya, juga bagaimana cara mengkonsumsinya. Dalam mitologi tiongkok jamur Lingzhi juga dianggap sebagai simbol keberuntungan. Jamur ini juga disebut sebagai Raja Herbal karena menjadi bahan hebal nomor satu Karena jamur ini tidak mempunyai efek samping ketika dikonsumsi berkepajangan. Even terakhir dalam ber VW ria adalah ke spot foto Ngargogondo Lembah Menoreh, walau cuaca sangat panas, ibu-ibu tidak akan mundur jika agendanya adalah berfoto ria. Dengan berbagai gaya serta , wajah yang sumringah walau waktu makan siang sudah terlewat tetapi masih tetap semangat.

Pekalongan, 28 Mei 2025.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?