Burneh, Bangkalan

Endang Wardhiyanto, IRotizen Pekalongan

Burneh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bangkalan Propinsi Jawa Timur, bukan tujuan utama saya ke Jawa Timur tetapi di Burneh kutemukan kebahagiaan tak terkira. Disini bertinggal sahabat maya bunda Nur Aini, atau websiter nurainilink, disini kami berjumpa secara nyata. Tanggal merah pada 23 Mei 2024, kami dari kota Pekalongan menuju kota Pahlawan Surabaya dalam rangka silaturahmi sekaligus menengok saudara yang sedang sakit. Tujuan menjenguk keluarga yang sakit, secara kebetulan rumahnya derdekatan dengan saudara sepupu, sehingga kami dapat berkunjung dikedua keluarga yang sudah lama tidak bersua. Dengan jarak yang cukup jauh, lebih dari 300km sehingga kami berencana menginap, agar tidak kecapean pada saat harus balik ke Pekalongan.

Setelah cukup waktu kami berbincang , bertanya kabar, saling mendoakan kesehatan kami berpamitan. Malam itu kami sempatkan putar kota Surabaya akhirnya terdampar di Halaman Balaikota Surabaya yang terlihat hilir mudik ramai pengunjung. Banyak keluarga muda membawa anak-anaknya , suasana cukup ramai dengan sinar lampu yang gemelapan semakin membuat pengunjung malas beranjak meninggalkan lokasi. Kami manfaatkan kesempatan untuk berswa foto sekaligus mendokumentasikan gambar yang menarik. Terpikir seandainya dikota Pekalongan ditata seperti Balaikota Surabaya alangkah indahnya.

Kami lanjutkan perjalanan teringat akan peristiwa heroik di Hotel Orange, ingin melewati lokasi Hotel Orange, yang kala itu sudah berganti nama menjadi Hotel Yamato pada jaman pendudukan Jepang. Klik google mencari Hotel Yamato, diarahkan kejalan yang tidak jelas, putri saya sudah berkomentar, “rasanya kita salah jalan, karena jalan semakin sempit“. Akhirnya hanya bolak balik, sampai melewati jalan yang sama tiga kali, kemudian klik google lagi mencari hotel Yamato ternyata saat ini sudah diubah namanya menjadi Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan. Yaa… hanya sekedar lewat saja mengingatkan bahwa disana pernah terjadi peristiwa heroik yang dilakukan oleh arek-arek Surabaya.

Dalam perjalanan menuju penginapan, muncul rencana baru bagaimana kalau besok nyeberang ke Suramadu . Kami semua sepakat, sehingga kita mencari penginapan yang akses ke Suramadu lebih dekat, ketemulah Hotel HARRIS di Gubeng. Seusai bersarap pagi kami bersiap menuju penyeberangan Suramadu. Begitu melewati jembatan Suramadu, kami berpikir kota yang terdekat dimana, ternyata Kabupaten Bangkalan. Karena hari Jum’at, maka suami klik google mencari Masjid Jami’, untuk melaksakan sholat Jum’at. Karena belum mempunyai tujuan pasti maka kami mencari Masjid agar tidak ketinggalan sholat Jum’at, juga kami para perempuan dapat melaksanakan sholat.

Disatu tikungan kami harys membelok terbaca tulisan Burneh secara reflek saya teringat websiter nurainilink . Mobil tetap melaju kearah masjid Jami’ yang kami belum menahu dimana lokasinya, saya mencoba menghubungi bunda Nur Aini. Sambil memperhatikan kanan kiri jalan yang dilewati ada beberapa Masjid, salah satunya Masjid Sinjai dilokasi RM Bebek Sinjai. Mobil terus melaju sampai Taman Paseban, Bangkalan kami temukan Masjid Agung, tetapi google masih mengintruksi belok kanan dan belok kiri, menuju masjid Jami’. Respon bunda Nur Aini langsung telp ” sampeyan sampai dimana” Saya jawab ” Taman Paseban Bangkalan” lanjut beliau ” Itu depan Taman, Masjid Agung Bangkalan”

Dalam benak kami Masjid Jami’ adalah masjid besar didepan Alun-Alun seperti dikota Pekalongan, ini yang kami temukan masjidny kecil, akses jalannya juga semakin sempit. Berdasarkan informasi bunda Nur Aini kami putar balik kearah Masjid Agung Bangkalan. Sambil menunggu suami sholat Jum’at, kami lanjutkan chating dengan bunda Nur Aini. “ Sampeyan dimasjid Bangkalan ya , nanti saya kesitu karena rumah saya sudah terlewati. Dekat dari rumah saya sekitar 15 menit berkendara motor sampai” Kami saling berjanji untuk bersua di Masjid Agung Bangkalan, qodarullah hujan mengguyur lumayan deras, akhirnya kami mengubah lokasi pertemuan di RM Bebek Sinjai dilokasi Masjid Sinjai. Dan ternyata lebih dekat dari rumah bunda Nur Aini, hanya sekitar 5 menit berkendara motor.

Terima kasih sangat Prof, berkat Prof. Imam Robandi saya dipersaudarakan dengan IRotizen dari Sabang sampai Merauke, walaupun belum dapat bersua secara nyata, tetapi sebagian sahabat sudah kami jumpai. Sahabat maya dari Burneh Bangkalan menjadi nyata dapat saya jumpai dapat ngobrol bersama walau hanya sejenak, cukup membuat rasa bangga bahagia yang tidak terkira. Terima kasih bunda Nur Aini, sudah berkenan meluangkan waktu menemui kami sekeluarga, kita langsung akrab serasa saudara yang lama tidak berjumpa. Semoga dilain kesempatan dan waktu kita dapat bersua lagi.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?