Air Terjun Ponot Sigura-gura

Endang Supriyati, kota Pekalongan

Akhir September 2023.

Air Terjun Ponot Sigura-gura

Perjalanan ini kami lakukan pada bulan Februari tahun 2022, dari Medan, Tebing Tinggi, Indrapura, Kesawan, Simpang Kawat, perkebunan Pulau Raja. Mengikuti jalan lintas ke Rantau Prapat 45 km, setelah memasuki perkebunan Pulau Raja ikuti jalan lintas menuju Ponot. Dua (2) jam kemudian aku ketemu dengan gapura selamat datang wisata Air Terjun Ponot, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.Air terjun Ponot juga disebut air terjun Sigura gura oleh masyarakat sekitar. Air terjun ini jatuh dari ketinggian Gunung diujung Kabupaten Toba. Sumber airnya dari Danau Toba, memiliki ketinggian 250 meter atau setara 820 kaki, merupakan air terjun tertinggi di Indonesia.

            Air terjun Ponot berada dialiran Sungai Ponot, anak Sungai Asahan, letaknya di ketinggian 500 mdpl, lokasinya jauh dari pusat kota. Aliran air terjun tidak langsung jatuh, tetapi ada dua tiga tingkatan, seakan berundak, semakin memperindah pemandangan, disamping itu dirimbuni pepohonan hijau yang eksotis. Kondisi cuaca sangat sejuk, masih asri, pemandangan sangat indah.

Kesempatan bersilaturahmi ke rumah saudara di Simpang Kawat Asahan merupakan kesempatan langka yang tak terimpikan, kami tidak pernah berpikir dapat berkunjung karena lokasinya sangat jauh di Sumatera Utara. Sementara kami bertinggal di Jawa Tengah tetapi Allah meridhoi impian umatNYA sehingga kami berkesempatan untuk berkunjung. Saudara yang terpisah berpuluh tahun merupakan Puja Kesuma putra Jawa kelahiran Sumatera. Awal mula Nenek kakeknya merupakan Jakon ( Jawa Kontrak) ladang sawit di Jambi. Menurut penuturan dari Mbakyu Taklim bahwa, dulu orang Jawa diangkut ke Sumatera bedhol desa untuk menjadi buruh di ladang sawit, yang akhirnya mereka menikah dengan sesama orang Jawa dan berketurunan di Sumatera Utara.

Dalam silaturahmi yang terbatas waktu ini kami berkesempatan berwisata ke Air Terjun Ponot, semula bertujuan ke Bendung Sigura-gura, tetapi menurut bang Kamil (keponakan) ada lokasi lebih menarik  lebih dekat.  Jika berangkat dari Medan maka waktu tempuh sampai ke Air Terjun Ponot kurang lebih 8 jam tetapi, karena kami sudah menginap di Simpang Kawat Asahan maka jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam. Alhamdulillah Bang Kamil suami Emy keponakan yang bertinggal di Simpang Kawat pulang dari Pekanbaru, sehingga ada tour guide dan sekaligus yang membawa mobil.

Seandainya tidak ada bang Kamil mungkin kami tidak akan sampai ke Air Terjun Ponot. Karena kami tidak menahu lokasi pasti air terjun. Jangan tanyakan jalan yang harus kami tempuh, terjal berliku sempit juga akses jalan belum begitu baik, sisi kanan jalan tebing dan sisi kiri jurang. Kalau pemandangan Subhanallah luar biasa indahnya, Setelah kita memasuki Jalan Sigura-gura,  Air Terjun Ponot nampak berada di atas pegunungan. Terpikir jalan mana yang harus kutempuh, seperti lagu, karena tidak terbayang cara menaik ke lokasi air terjun. Dalam hati  ingin membatalkan perjalanan ke air terjun rasanya ngeri-ngeri,  ada rasa takut, ngeri dengan medan yang dilewati. 

Apalagi jika drivernya Mbak Rizki mungkin putar balik arah, karena Air Terjun Ponot nampak diketinggian. Hanya Jalan berkelok naik turun lewat hutan tebingnya tinggi, kadang terlihat seperti jalan buntu. Bersyukur ada Bang Kamil yang membawa mobil jadi yakin saja di samping beliau penduduk setempat dan memang asli Sumatera jadi liku-liku jalan di Sumatera Utara sudah hafal. Dan suprise dipinggir jalan berliku sedikit menaik bertemu satu-satunya penjual durian, yang tak terpikir bakal ada penjual durian dijalan itu. Rasa duriannya mantap. Tempatnya sepi jauh dari perkampungan, karena jalan yang kami lewati hampir semuanya hutan.

Akhirnya sampai juga kita ke Air Terjun Ponot yang luar biasa indahnya, sayang destinasi wisata ini belum dapat diakses dengan mudah, penuh perjuangan untuk sampai ke lokasi,  sebagian jalan ada yang rusak juga masih sempit. Papan petunjuk jalan masih jarang terpasang, bahkan  hampir tidak ada hanya penduduk asli saja yang sudah hafal jalan, sehingga mudah menjangkaunya. Begitu nampak Air Terjun Ponot didepan mata seakan tidak percaya bahwa kami benar sampai kelokasi, rasa ngeri capek hilang seketika, menyaksikan pemandangan yang sangat indah menakjubkan karunia Allah yang sangat luar biasa. Dari area parkir menuju air terjun, akses jalan berupa undakan-undakan tidak berpagar, sehingga harus berhati-hati agar tidak terpeleset. Karena banyak pengunjung sengaja mendekat ke air terjun menikmati sensasi jatuhnya air dari ketinggian. Indahnya negeriku Indonesia, kelestariannya harus selalu dijaga sehingga tidak merusak ekosistem yang ada.

Kenangan awal tahun 2022 , eksplor Medan Sumatera Utara.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?