NORDIC WALKING

Tua muda sehat dialam terbuka.

Endang Supriyati, IRo Society Kota Pekalongan.

Nordic Walking adalah topik Kajian Spesial Jum’at Malam ( KSJM ) ke 179, 21 Juli 2023. Merupakan KSJM yang luar biasa, sangat spesial dengan judul yang menggetarkan otak kanan dan kiri, karena belum memahami apa yang dimaksud. Nordic Walking…..Nordic Walking apa ya, antara ragu takut gagal paham tetapi sekaligus penasaran, ingin menahu dan paham cus langsung joint. Ternyata tamu KSJM malam itupun luar biasa, dibelakang nama tertera KJNI Yogya, Surabaya, Cepu dan banyak lagi daerah yang disebut. Sambil browsing ingin menahu apa itu KJNI, ternyata merupakan kepanjangan dari Komunitas Jalan Nordic Indonesia, apa lagi ini Jalan Nordic. Kemudian terpikir pembelajaran baru yang saya harus menahu.

Among tamu yang keren Madame Marlina dari Pekanbaru menyapa tetamu yang sudah hadir dilayar zoom dengan pantun indahnya. Kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan segenap panitia yang bertugas malam itu, sekaligus Invite Speaker yang akan menyampaikan paparannya tentang Nordic Walking. Selaku Organising Commite Ustadz Arry Ashar menyampaikan sangat tertarik dengan judul Nordic Walking akhirnya Search google, apa itu Nordic Walking. Mengajak semua partisipan untuk mengikuti kajian, mengapa berjalan harus pakai tongkat. Kemudian Ustadz Suwarno dari Merauke Papua Selatan menyampaikan, bahwa Prof. Imam Robandi selalu memotivasi para santri untuk senantiasa mengasah kemampuan yang dimiliki untuk menambah wawasan ilmunya.

Invite Speaker KSJM ke 179 yang pertama Ketua KJNI Yogyakarta bapa Lukman Kudonarpodo, SH. MIR. Berikutnya Ketua KJNI Surabaya bapak Dr. dr. Koernia Swa Utomo, SP. B ( K ) dan yang ketiga Ketua ITS Nordic Walking Community Prof. Dr. Ir. Djatmiko Ichsani, M. Eng. Keynote Speaker Prof. Imam Robandi, Founder IRo Society Ketua Dewan Guru Besar ITS. Prof. Imam menyampaikan bahwa KSJM ke 179 sangat istimewa karena para Tokoh Nordic Walking muncul semua. Ngaji tentang Nordic dari para pakar Nordic akan sangat menginpirasi, merugilah kita kalau tidak mengikuti.

Prof. Imam menyampaikan, awal mengenal Nordic Walking adalah pada saat mengikuti agenda Dewan Profesor di UGM dari ITS hadir lima peserta termasuk Prof. Imam dan Prof. Djatmiko. Disela agenda diadakan jalan Nordic, tiba-tiba Prof diberi Stick / tongkat untuk berjalan. Gimana caranya jalan pakai tongkat, kemudian diberitahu, sudah jalan saja tidak usah dipikir. Menurut penyampaian Prof. Imam ternyata baru jalan sebentar sudah gobyos berkeringat. Sehingga Prof. Imam memutuskan di ITS harus dibentuk organisasi Nordic langsung ditunjuk Prof. Djatmiko sebagai Ketuanya. Penunjukkan Prof. Djatmiko sebagai Ketua adalah hasil rembugan di ketinggian 1700 mdpl di Lereng Gunung Sumbing diarea Nepal Van Java dengan suhu udara 14 derajat Celcius.

Dalam paparan materi dari Ketua KJNI Yogyakarta bapa Lukman menyampaikan, bahwa Nordic Walking adalah olah raga rekreasi yang memberikan kemerdekaan , tidak ada targed, tidak ada persaingan, karena berjalan bersama maka saling memotivasi. Olah raga jalan Nordic adalah jalan kaki biasa hanya menggunakan dua tongkat. Olah raga ini praktis, dapat dilakukan sendiri ataupun berkelompok. Olah raga ini berdasar penelitian dapat menggerakkan 90% otot tubuh. Olah raga jalan Nordic dengan tongkat diayunkan dialam terbuka, murah, sederhana tetapi manfaatnya luar biasa, cocok untuk muda maupun senior. Nordic fungsinya untuk menjaga keseimbangan tubuh, semakin senior keseimbangan semakin menurun. Menopang berat badan sehingga beban lutut berkurang. Nordic jangan terlalu teknis, Learning by doing saja.

Jika sudah enjoy baru dibetulkan teknisnya, style jalan menyesuaikan medan. Untuk track datar, treck bebatuan, track pegunungan. Menurut beliau, Nordic Walking atau Olah Raga jalan kaki menggunakan dua tongkat sudah dikenal di Finlandia. Sejak awal tahun 1900 an, sebagai pengganti olah raga ski dimusim panas. Mengapa disebut Jalan Nordic, karena awalnya dikembangkan oleh para ahli dan olahragawan yang tergabung dalam negara Nordic. Dimanakah negara Nordic, ternyata setelah search google negara Nordic adalah Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia juga teritori Kepulauan Faroe, Greenland. Svalbard dan Aland. Tambah pembelajaran lagi, berusaha untuk menggali ilmu yang selama ini tidak pernah terpikirkan.

Pada saat jalan Nordic maka otot diseluruh tubuh 90% akan bergerak, sementara olah raga jogging atau berlari hanya 50% otot bergerak, sedang bersepeda hanya 45% otot yang digerakkan. Cara menggunakan stick Nordic, tongkat atau stick Nordic diayunkan seperti berjalan biasa dengan mengayun kedepan dan kebelakang. Sehingga ayunan tangan dapat membentuk sudut 45 derajat, melangkah panjang sehingga yang jatuh ketanah tumit dulu. Mendengarkan penjelasan bapa Lukman, Prof. Imam menyebut, sangat menarik, menimbulkan rasa ingin segera mencoba jalan Nordic. Sayang kami belum mempunyai Stick Nordic.

Olah raga jalan Nordic dapat memperbaiki postur tubuh, karena kalori yang terbakar lebih besar antara 20%-60%, jalan lebih ringan sehingga lebih cepat, postur tubuh lebih tegap otot tulang belakang lebih kuat, serta dapat menjaga keseimbangan. Untuk memperolah hasil yang maksimal maka cara menggunakan stick Nordic harus benar. Dari penjelasan materi ada tiga langkah yaitu : Pertama, Badan tegap, langkah ritmis, ayunkan lengan usahakan sampai kebelakang ( sampai otot terasa tertarik kebelakang), yang kedua posisi stick miring kebelakang, dan yang ketiga pegang stick jangan terlalu erat/ ketat, waktu ayunan kebelakang genggaman dilonggarkan.

Invite speaker kedua Dr.dr. Koernia Swa Utomo, Ketua KJNI Surabaya, dari sudut pandang kedokteran. Dari pemahaman yang dapat saya tangkap pada prinsipnya penjelasan dr. Onny hampir sama dengan pemaparan bapa Lukman. hanya lebih detail ditinjau dari aspek kedokteran. Invite speaker ketiga Prof. Dr. Ir. Djatmiko Ichsani, M. Eng, Ketua ITS Nordic Walking Community. Beliau sampaikan mengenal Nordic Walking pertama kali bersama Prof. Imam Robandi di UGM. Kemudian dilanjut berbincang di Lereng Gunung Sumbing, Nepal Van Java yang dingin dan indah. Terbentuklah ITS Nordic Walking Community dan Prof. Djatmiko ketiban sampur sebagai Ketua. Sabda Pendito Ratu, sehingga hanya kalimat ” Siap laksanakan” jawaban yang disampaikan Prof. Djatmiko kepada Prof. Imam Robandi.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?