Oleh : Endang Supriyati

IRo Society Pekalongan

Mampu ga…ya, hal itu terpikir ketika ingin bersepeda kearah Sawangan Doro. Targed lokasi sampai ke kolam Renang Rahayu yang berlokasi di dukuh Kasri, desa Sawangan, Kec. Doro, Kab. Pekalongan. Dengan penuh semangat mengayuh sepeda, berangkat pukul 06.00 pagi agar terhindar dari keramaian anak-anak berangkat sekolah. Karena jalur yang harus dilewati ada beberapa sekolah juga ada beberapa pasar pagi yang cukup ramai, hampir semuanya berada dipinggir jalan. Seringkali banyak pedagang yang menggelar dagangannya justru dipinggir jalan, semakin semakin padat dan membuat macet di beberapa tempat. Jalur menuju lokasi Kolam Renang Rahayu adalah jalur pedesaan perbukitan, suasana sejuk khas pedesaan didapat, tetapi kontur jalan menanjak juga diperoleh. Sehingga pesen kakung mas Akbar, shifting bikenya harus diperhatikan.

Selama ini setiap bersepeda ..ya bersepeda saja, tanpa pernah berpikir apa itu shifting bike. Setelah diingatkan, baru mencari tau apa itu yang dimaksud dengan shifting bike. Hasil browsing menyebutkan bahwa shifting bike adalah teknik memindahkan posisi rantai ke gigi (gear) yang berbeda pada sepeda untuk menyesuaikan kenyamanan kayuhan. Shifting juga berfungsi untuk menyesuaikan medan, gigi ringan untuk jalan yang menanjak sedang gigi berat untuk medan jalan yang datar. Sekaligus untuk menghemat energi dan membantu irama kayuhan, agar tenaga tidak habis dan nafas tidak tersengal serta pesepeda menikmati perjalanannya. Pengaturan shifter ini yang belum dapat saya lakukan dengan konsisten, ketika tiba-tiba ada jalan tanjakan seringkali kali masih bingung, shifter mana yang harus diatur.

Setelah melewati jembatan Pakis Putih Kedungwuni,jalan menanjak mulai terasa. Tanjakan semakin tinggi ketika memasuki daerah Rowocacing, kearah Pondok Pesantren Al Futsa. Muncul pikiran menyerah atau lanjut, tetapi karena ada suport dari kakung mas Akbar, dengan kayuhan yang sangat pelan dapat terlewati tanjakkan pertama. Masih ada dua tanjakkan lagi yang harus dilewati, tanjakkan jalan didepan SMP Negeri 2 Wonopringgo, lebih tinggi dari tanjakkan yang pertama. Aman dapat dilalui, walaupun jalan sepeda seperti siput, kenapa tidak, tantangannya adalah jangan sampai harus menuntun sepeda. Positif thinking dalam diri, bahwa saya mampu melewati tanjakkan ini. Memasuki tikungan jalan Kwagean, terpaksa turun dari sepeda, tiba-tiba menemu tanjakkan yang lumayan ekstrem, walau tidak panjang hanya sekitar enam meter, karena dari tikungan terus menanjak.

Pada akhirnya sampailah ke lokasi tujuan, Kolam Renang Rahayu, Sawangan Doro. Rasa cape, deg-deg an ketika harus menanjak, menguap sudah. Istirahat sejenak di Gazebo yang ada sambil menikmati teh panas bersama pisang tanduk digoreng dengan toping coklat tabur keju. Setelah cukup beristiraha, kami bersiap mengayuh kembali untuk pulang kerumah. Ketika menyampai Kedungwuni, mampir dulu bersarap di warung soto legend Soto Ojo Lali, mbak Nur ownernya, dan ternyata beliau masih mengenal diri ini. Dengan pertanyan yang diajukan, ibu dulu guru STM Kedungwuni ya ?. Padahal sudah berapa puluh tahun yang lalu, ketika kami dulu sering mengundang untuk acara di sekolah.

Jarak yang kami tempuh dari Jalan Futsal Buaran Indah sampai Sawangan Doro PP, ternyata lumayan hampir 27 km, dengan waktu tempuh hampir dua jam, waktu kayuh diluar berapa lama kami istirahat. Ternyata bahagia itu sederhana.

Pekalongan, 13 Agustus 2026

uthi mas Akbar dan dik Adam

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?