Oleh : Endang Supriyati

LBSO PWA Jawa Tengah

Selasa, 11 Agustus 2026, Lembaga Budaya Seni dan Olahraga Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (LBSO PPA) mengundang calon Penulis Perempuan “Aisyiyah se Wilayah Jawa Tengah untuk mengikuti Technical Meeting Penulisan dari Perpusnas RI,secara virtual zoom. Agenda ini merupakan tindak lanjut, gagasan dari ibu Ketua LBSO PPA, ibu Widiyastuti, SS, M.Hum, Technical Meeting dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, pada pukul 13.00-15.00. LBSO PWA Jawa Tengah ditunjuk sebagi pilot proyek dalam program Inkubator Literasi Pustaka Nasional Penulis Perempuan.

Dari 35 LBSO Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, terdaftar 50 peserta Calon Penulis Perempuan, ternyata ada beberapa calon penulis yang tidak dapat mengikuti agenda zoom meeting, terkait tugas kedinasan. Hadir dalam agenda zoom meeting dari jajaran LBSO PPA, ibu Widiyastuti, SS, M. Hum selaku Ketua LBSO PPA sekaligus memberikan arahan dan membuka acara Technical Meeting. Ibu Laili Ketua Pantia LBSO PPA, mengawali acara zoom meeting sekaligus sebagai Moderator kegiatan. Dari Perpusnas RI, hadir bapak M. Ansyari Tantawi Nasution, selaku Narasumber dalam Technical Meeting . Jajaran LBSO PWA Jawa Tengah selaku Penyelenggara Program.

Dalam sambutannya ibu Ketua LBSO PPA, menyampaikan bahwa menulis itu sebenarnya sudah menjadi DNA nya Organisasi. Dengan lahirnya Suara Aisyiyah pada tahun 1926, kemudian seruan untuk mendirikan Perpustakaan disemua Cabang, Ranting dan semua daerah oleh ibu Siti Hayinah pada tahun 1935. Suara Aisyiyah(SA) merupakan satu-satunya Majalah yang diterbitkan Organisasi Perempuan yang tidak pernah berhenti terbit sampai saat ini, sehingga usia SA sudah satu Abad. Pada periode ini Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam hal ini diamanahkan kepada Lembaga Budaya Seni dan Olahraga mempunyai kegiatan Penguatan Literasi. ‘Aisyiyah itu literasinya banyak, tetapi diutamakan literasi membaca dan menulis. Perempuan ‘Aisyiyah itu multitalent tapi kesempatan terbatas. Sehingga dengan sedikit dipaksa ibu–ibu ‘Aisyiyah untuk mengeluarkan kemampuan menulisnya. Harapannya LBSO akan melahirkan Asma Nadia-Asma Nadia yang tulisannya sangat indah.Jawa Tengah sebagai pilot project, jika dapat berhasil dengan baik, kedepannya semua wilayah akan diberikan kesempatan.

LBSO PWA Jawa Tengah dalam hal ini ibu Dr.Siti Maziyah, menyampaikan dengan sedikit gurauan, bahwa Jawa Tengah itu kewanen menerima tugas dari LBSO PPA. Juga beliau sampaikan bahwa wong iku kaya odol, yen ora dipijet keluar kalau didiamkan ya saja. Sehingga ibu–ibu juga perlu sedikit dipaksa untuk dapat bergerak dan menghasilkan karya. Ternyata ibu-ibu yang mendaftar sebagai calon penulis dari berbagai latar belakang, karena ada juga seorang dokter yang mendaftar sebagai calon penulis, guru banyak dan masih banyak latar belakang yang lain. Mudah-mudahan apa yang sudah dipercayakan oleh PP ‘Aisyiyah kepada LBSO PWA Jawa Tengah, dapat terlaksan sesuai harapan.

Agenda selanjutnya adalah paparan tentang hal teknis terkait kepenulisan. Apa saja yang menjadi point penting dalam menulis sehingga tulisannya menjadi baik Dan dapat memahami inkubator literasi, dalam hal ini inkubator penulis perempuan.Bapak Tantawi dari Perpusnas, menjelaskan secara detail apa saja yang harus dipahami oleh ibu–ibu calaon Penulis Perempuan. Mengapa Inkubator Literasi Pustaka Nasional Penting. Apa yang akan didapat jika berpartisipasi, kemudian syarat dan ketentuannya bagaimana.Dijelaskan detail sampai kriteria penilaian nantinya.Tema besarnya adalah Aku Anak ‘Aisyiyah Cinta Alam Lindungi Bumi. Kemudian Diskusi atau tanya jawab dari peserta yang hadir.

Pekalongan, 12 Agustus 2026

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?